Kamu satu-satunya yang paling tahu aku selain DIA. Bahkan di hadapan Ibu ku masih bisa ku sembunyikan banyak hal karena aku terlanjur tahu beliau telah menanggung banyak beban. Perasaan bersalah ku padamu mungkin tidak pernah nampak, mungkin karena terlalu tinggi harga diri ku atau terlalu banyak kesalahan ku. Teruntuk kamu, Bintang yang selalu bersinar baik dalam hidup ku atau pun orang lain di sekitarmu.
Bintang selalu disibukkan dengan banyak hal yang tentunya membuat dia semakin bersinar. Dia bisa tertawa dan menikmati indahnya cahaya matahari sebelum malam tiba dan memintanya untuk bersinar. Aku hanya awan gelap yang selalu siap menurunkan hujan dan tentu menghalangi sinarmu, seperti malam yang berawan. Kemarin, setelah hitungan minggu aku tidak bertemu kamu dan rasanya masih sama. Rasanya aku hanya ingin semakin menggelapkan langitmu dengan menahan bendungan air hujan serta petir-petir kecil yang siap mengkilatkan cahaya. Selalu seperti itu bukan aku? Bintang selalu gagal bersinar ketika bersama ku.
Bintang terlalu baik untuk ku. Dia selalu memenuhi kebutuhan ku dan selalu ada untuk ku. Tapi aku? Selalu jadi yang paling gagal memahaminya, selalu sibuk dengan banyak urusan yang berakhir jadi masalah untuk ku kemudian memaksakan pengertiannya atas semua tingkah pola ku. Begitulah aku selama ini, sama dengan awan gelap berisi air hujan dan sesuka angin berhembus menutupi sinar yang coba Bintang pancarkan. Dan dia masih jadi satu-satunya yang paling mengenal dan mengetahui tentang aku dari banyak sisi terburuk ku.
Uhh, Bintang mungkin sudah tahu atau terlalu muak untuk mencari tahu tentang aku. Bukan dia yang meminta ku pergi karena dia tidak sejahat aku. Aku telah memilih untuk melihat dia hidup benar-benar bersinar tanpa ada aku awan gelap tidak tahu diri seperti aku. Aku hanya telah memutuskan untuk melihatnya dari langit bagian lain dan memastikan hanya ada awan gelap kecil yang sesekali menutupinya, tapi bukan aku. Bintang akan bahagia dan aku akan berkelana sambil terus menatapnya dengan cara ku.
*Nangis deui. Inti inspirasinya mungkin sebagian teman terdekat ku tahu. InSyaa Allah lebih dari lima puluh persennya murni kerena angin dan galau mau masuk rumah tapi tak ada kunci.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar