Assalamu'alaykum sahabat.
Lama tak mencoret-coret cantik.
Maafkan atas kelabilan yang terjadi, karena beberapa waktu lalu sedang mengalami banyak hal yang membuat mood ku menjadi lebih random.
Oke, sekian prolognya. Mari kita bagi kisahnya.
Aku terlalu lemah sahabat, maka dari itu aku membutuhkan sahabat-sahabat yang kuat dan ingin menguatkan ku. Aku hanya butuh usaha dan sikap mereka menjadi contoh baik agar aku bisa menguatkan diri ku dan memantapkan langkah ku. Namun, Tuhan memberikan ingin ku melalu jalan lain dan tentu dengan cara yang tidak kuduga.
•
Saat DIA menempatkan ku di antara mereka yang sama biasa sajanya dengan ku. Awalnya rasa nyaman yang kurasakan, karena kebahagiaan dunia terasa amat dekat. Aku bisa menghabiskan banyak waktu bersama mereka dengan tertawa dan mengenang, kadang seringkali lupa bedanya kesalahan dan kebenaran. Betul kata para alim bahwa tertawa itu ada batasnya dan segala sesuatu yang berlebihan hanya akan mengantarkan pada kelalaian.
•
Saat hati berbisik untuk bisa dipertemukan dengan sahabat-sahabat yang lebih baik lagi. Aku hanya meminta belas kasihnya agar aku dibersamakan dengan mereka yang lebih kuat dan sama-sama ingin saling menguatkan. Betapa bahagianya aku ketika DIA antarkan aku ke depan masjid cantik yang di dalamnya terdapat banyak orang yang sedang belajar untuk menjadi lebih baik. Aku akhirnya memahami makna persahabatan sebenarnya, bersama mereka aku masih bisa tertawa dan bahagia namun bukan hanya dunia ini yang kami kenal melainkan kehidupan setelah di dunia ini. Aku terlanjur percaya bahwa persahabatan yang baik adalah persahabatan yang dilandasi karena DIA dan di dalamnya selalu ada DIA.
•
Saat ini, aku ditempatkan pada kedua suasana. Sebagian teman ku cenderung biasa saja, kami lebih sering menghabiskan waktu sebagai teman sedunia. Kemudian sebagian lagi teman ku cenderung berproses untuk menjadi baik, kami lebih sering menghabiskan waktu sebagai teman sebagian dunia sebagian akhirat. Kemudian sebagian lain lagi teman ku cenderung diam ditempat atau bahkan menjauhi perubahan baik, kami lebih sering menghabiskan waktu sebagai teman pengingat masa lalu dan keduniaan. Mereka semua bukan masalah atau virus berbahaya untuk kemudian menjadi baik jika kutinggalkan. Dalam hukum etika sosial itu sangat menyimpang atau dekat dengan kata mengotak-ngotakan atau rasis.
•
Maka dari itu, kalimat panjang yang disampaikan oleh guru ku dan dituliskan dalam riwayat para alim, "aku hanya perlu menyakini bahwa ketentuan, aturan, tuntunan, pengawasan, pencatatan, dan ridhoNYA adalah hal dasar yang perlu kuteguhkan karena hanya dengan pertolonganNYA hidup di dunia yang sebentar ini akan mengantarkan ku pada kebaikan di kehidupan setelahnya. Jika memang benar bahagia di dunia hingga di akhirat yang kucari." Toleransi berlaku ketika di dalamnya berdiri tegak aturanNYA, apa pun yang dibuat untuk meringankan ketentuanNYA hanya akan berdampak kurang baik bagi pelakunya.
•
Terlalu banyak manusia di dunia ini, maka untuk menemukan dan dibersamakan dengan teman-teman yang baik dunia dan akhiratnya perlulah kita berkonsultasi dan meminta kepadaNYA penuh kesungguhan agar usaha mencari dapat dikabulkan olehNYa. Aamiin.
•
Tentang teman untuk jadi sahabat dunia hingga akhirat.