Selasa, 24 Januari 2017

Gelap Ku

Biar gelap yang mengundang.
Aku tidak membutuhkan seseorang yang bersedia menerangi gelap ku.
Aku terlanjur tahu bahwa hanya satu penerang yang cahayanya tulus pada ku.
Saat semua orang sibuk dengan usahanya mencari cahaya untuk dirinya dan menerangi gelap orang lain, aku menemukan sisi gelap ku yang tidak tersentuh oleh cahaya mereka.
Saat itu terjadi, aku sudah melepaskan semua orang yang selama ini kurasa cahayanya telah menerangi sisi gelap ku.
Aku memilih jalan ku sendiri, berusaha mengenggam cintaNYA tanpa ragu, dan hilang sudah rasa takut ku kehilangan cahaya-cahaya kecil sementara.
Aku tidak menjadi jahat karena memilih sendiri, aku hanya akan terus melakukan yang terbaik karena rindu pada gelap ku yang berduaan denganNYA.
Aku hanya mengingat semua perlakuan baik siapa saja yang mungkin pernah mencoba untuk menerangi sisi gelap ku.
Cinta dan hati yang kubiarkan gelap ini hanya selalu membutuhkan cahayaNYA.
Biarkan dulu ku tersusun rapi dalam lemari yang perlahan gelap dan tenggelam dalam cahaya yang tidak bersinar.

Selasa, 17 Januari 2017

Rindu Untuk Sahabat

Assalamu'alaykum sahabat.
Lama tak mencoret-coret cantik.
Maafkan atas kelabilan yang terjadi, karena beberapa waktu lalu sedang mengalami banyak hal yang membuat mood ku menjadi lebih random.
Oke, sekian prolognya. Mari kita bagi kisahnya.
Aku terlalu lemah sahabat, maka dari itu aku membutuhkan sahabat-sahabat yang kuat dan ingin menguatkan ku. Aku hanya butuh usaha dan sikap mereka menjadi contoh baik agar aku bisa menguatkan diri ku dan memantapkan langkah ku. Namun, Tuhan memberikan ingin ku melalu jalan lain dan tentu dengan cara yang tidak kuduga.

Saat DIA menempatkan ku di antara mereka yang sama biasa sajanya dengan ku. Awalnya rasa nyaman yang kurasakan, karena kebahagiaan dunia terasa amat dekat. Aku bisa menghabiskan banyak waktu bersama mereka dengan tertawa dan mengenang, kadang seringkali lupa bedanya kesalahan dan kebenaran. Betul kata para alim bahwa tertawa itu ada batasnya dan segala sesuatu yang berlebihan hanya akan mengantarkan pada kelalaian.

Saat hati berbisik untuk bisa dipertemukan dengan sahabat-sahabat yang lebih baik lagi. Aku hanya meminta belas kasihnya agar aku dibersamakan dengan mereka yang lebih kuat dan sama-sama ingin saling menguatkan. Betapa bahagianya aku ketika DIA antarkan aku ke depan masjid cantik yang di dalamnya terdapat banyak orang yang sedang belajar untuk menjadi lebih baik. Aku akhirnya memahami makna persahabatan sebenarnya, bersama mereka aku masih bisa tertawa dan bahagia namun bukan hanya dunia ini yang kami kenal melainkan kehidupan setelah di dunia ini. Aku terlanjur percaya bahwa persahabatan yang baik adalah persahabatan yang dilandasi karena DIA dan di dalamnya selalu ada DIA.

Saat ini, aku ditempatkan pada kedua suasana. Sebagian teman ku cenderung biasa saja, kami lebih sering menghabiskan waktu sebagai teman sedunia. Kemudian sebagian lagi teman ku cenderung berproses untuk menjadi baik, kami lebih sering menghabiskan waktu sebagai teman sebagian dunia sebagian akhirat. Kemudian sebagian lain lagi teman ku cenderung diam ditempat atau bahkan menjauhi perubahan baik, kami lebih sering menghabiskan waktu sebagai teman pengingat masa lalu dan keduniaan. Mereka semua bukan masalah atau virus berbahaya untuk kemudian menjadi baik jika kutinggalkan. Dalam hukum etika sosial itu sangat menyimpang atau dekat dengan kata mengotak-ngotakan atau rasis.

Maka dari itu, kalimat panjang yang disampaikan oleh guru ku dan dituliskan dalam riwayat para alim, "aku hanya perlu menyakini bahwa ketentuan, aturan, tuntunan, pengawasan, pencatatan, dan ridhoNYA adalah hal dasar yang perlu kuteguhkan karena hanya dengan pertolonganNYA hidup di dunia yang sebentar ini akan mengantarkan ku pada kebaikan di kehidupan setelahnya. Jika memang benar bahagia di dunia hingga di akhirat yang kucari." Toleransi berlaku ketika di dalamnya berdiri tegak aturanNYA, apa pun yang dibuat untuk meringankan ketentuanNYA hanya akan berdampak kurang baik bagi pelakunya.

Terlalu banyak manusia di dunia ini, maka untuk menemukan dan dibersamakan dengan teman-teman yang baik dunia dan akhiratnya perlulah kita berkonsultasi dan meminta kepadaNYA penuh kesungguhan agar usaha mencari dapat dikabulkan olehNYa. Aamiin.

Tentang teman untuk jadi sahabat dunia hingga akhirat.

Selasa, 03 Januari 2017

Sengaja Ku Biarkan

Assalamu'alaykum
Sahabat, kali ini aku sedang ingin bercerita tentang cara ku yang sepertinya kurang tepat dalam menyikapi banyak hal baik dan buruk yang menghampiri ku. Maka dari itu aku memilih untuk menghabiskan lebih banyak waktu untuk sendirian, namun bukan sendiri dalam arti sebenarnya. Aku sedang ingin bercerita banyak dan berudaan dengan Dia yang telah mengatur dan menentukkan jalan cerita hidup ku. Tapi sekali lagi, mungkin cara ku berpamitan sebentar dengan penghuni dunia yang berada di sekitar ku kurang tepat. Sangat manusia kah? Aku hanya manusia biasa yang terlalu lama berdiam di tempat yang kurang tepat dan sudah menyadarinya sejak lama namun memilih untuk berdiam lebih lama. Aku hanya mencoba untuk bertahan lebih lama. Andai mereka tahu berjuta-juta alasan yang coba ku rangkai dan harapan dalam doa selalu kupanjatkan, namun aku menjadi lebih lemah ketika berada di antara mereka. Maka dari itu, menjauh sebentar kurasa jadi jalan terbaik agar aku kembali menguatkan keyakinan ku dan memaksimalkan pemahaman ku tentng dasar penciptaan ku. Cerita kali ini tentang kesulitan memahami orang lain ketika hati dan diri sedang ingin dimengerti oleh diri sendiri. ^^
Tidak butuh pemakluman, hanya ingin sendiri lebih sering. Cukup.