Kamis, 04 Desember 2014

Jalan Kaki

Assalamu'laykum wr.wb
Holla bloggest ^_^
Hehe pie kabare?!
 Salam hangat dari Denpasar, semoga setiap harinya bertambah besar cinta dan taat kita hanya kepada Allah SWT. Aamiin
Buat kawan-kawan yang tengah menuntut ilmu di perguruan tinggi pasti mulai cemas menjelang uas dan bahagia menyambut liburan semester. Sama aku juga. Semangat progresif buat kita semua yang tengah berjihad.
Kawan kalian tahu, Mama ku pernah mengatakan kalau aku baiknya berjalan kaki dari kosan ke kampus. Pikiran anak muda sih, kan ada kendaraan kenapa mesti nurutin yang ada nanti susah kemana-mana selesai kampus. Curhat. Sebelum pikiran itu terealisasikan aku tanya sama mama alasannya kenapa mengatakan hal itu, 'karena dengan berjalan kaki setiap harinya kamu akan temukan pelajaran yang takkan terjadi dua kali dan oranglain takkan temukan.' *Masya Allah* Berpikir keras aku sambil merasakan gejolak kepo yang tak lagi terbendung. *astagfirullah lebay* Sebagai anak kosan baru, aku memberanikan diri untuk membuktikan pernyataan Mama, dan Subhanallah Maha Besar Allah atas segala nikmat dan penciptaan NYA yang beliau katakan bertuah kawan. Aku menemukan nikmat yang berbeda dibanding aku harus naik kendaraan ke kampus. Dengan berjalan kaki aku bisa melihat setiap jengkal indahnya penciptaan Allah di bumiNYA ini, tenangnya langkah yang diiringi dzikir, dan banyak kejadian diluar bayangan ku terjadi begitu saja. Alhamdulillah, selain sehat di dapat dari jalan kaki, ada juga pengalaman yang unik. ^_^
 Oh iya kalian tahu kawan makna dari perpisahan? Yup betul ikhlas menjadi kebahagiaan. Tiba-tiba teringat pernyataan kawan baru ku yang tak seiman, 'berada disini karena aku percaya akan temukan ketenangan', yes ketenangan karena semakin tahu betapa besar dan indah Allah SWT menciptakan bumi beserta isinya. ^_^ Semoga kalian dapat temukan ketenangan dengan cara yang lebih baik ^_^ aamiin
Sekian dulu coretan ku, semoga berkenan untuk membacanya ^_^

Rabu, 29 Oktober 2014

Kuliah-kuliah

Assalamu'alaykum wr.wb
Lama tak bersua sahabat..
Semoga Allah SWT senantiasa curahkan rahmat dan hidayahnya pada kita ^_^
Sahabat saat ini aku tak lagi tinggal di Bekasi dan beraktifitas di Jakarta. :) Saat ini aku tengah di tempatkan Allah SWT di sebuah tempat yang sempat beberapa kali muncul dalam benakku. Hehe. Aku mau curhat banyak nih, gimana ceritanya bisa sampai disini. Sebelumnya aku mau bilang 'Terimakasih yaa Rabb, Alhamdulillah yaa Rabb.' semua yang terjadi adalah atas izin dan kuasa MU. :') Sahabat saat ini aku tengah berkuliah di salah satu Universitas Negeri terbesar di pulau dewata. ^_^ Yuk lets start my story.

Yup, aku memang punya cita-cita untuk masuk universitas negeri dengan harapan akan meringankan sedikit beban orang tuaku. Alhamdulillah Allah ijinkan, semoga harapanku bisa dikabulkan oleh Allah. Sebelum ini aku sempat berkuliah di salah satu universitas swasta di Jakarta, *sebenarnya aku merindukan saat menuntut ilmu disana*. Kalian tahu sahabat, Ibu ku adalah wanita terhebat yang pernah ku kenal. Beliau adalah kebahagiaan yang sering terlupa. Sungguh sahabat, aku rasa kalian juga merasakan hal yang sama dengan besar cinta kalian terhadap sosok wanita tangguh yang sering kita kecewakan atau bahkan lukai hatinya yaitu IBU. Beliau adalah guru, sahabat, dan pelindung terbaik yang Allah ciptakan. Pelajaran berharga saat jauh dari beliau adalah betapa mahal kasih sayangnya dan tak ada satupun hal yang bisa samakan besar serta tulusnya kasih sayang beliau. Untuk kita yang masih berkesempatan melihat senyum ibu kita, semoga kita terus maksimalkan ikhtiar di jalan Allah untuk bahagian mahluk ciptaanNYA yang terdapat syurga di telapak kakinya. :') Aamiin Allahumma Aamiin.

Yaa, kalian yang mungkin lebih dulu jauh dari keluarga untuk menuntut ilmu telah menemukan cara tuk minimalisirkan "homesick". Kebetulan aku sebagai pemula yang sepertinya masih perlu usaha keras untuk maksimal dan fokuskan tujuan untuk bahagiakan keluarga dan meminimalisir perasaan 'ingin pulang'. Sudah dua bulan berjalan aku tinggal jauh dari keluarga dan sahabat-sahabatku, di tempat yang aku sama sekali belum pernah datangi. Disini rasanya sih biasa aja hanya perbedaan budaya dan masyarakatnya saja yang membuat nyata bedanya. Hanya saja dalam islam tak ada ketentuan untuk membedakan secara nyata segala apa yang telah diciptakan Allah dengan segala skenario besarNYA. Bali, ya kota wisata kalian pasti lebih tahu sahabat. Untuk mereka yang mencari ketenangan dan ingin menikmayi indahnya alam semesta ciptaan Allah mungkin akan menghabiskan banyak waktu di sini. Hehe hanya saja aku kesini bukan untuk itu, aku di tempatkan disini untuk menuntut ilmu di jalan Allah dan semoga Allah ridhoi setiap langkahku. Aamiin. Saat nulis ini sih, alhamdulillah baru selesai UTS. Semoga hasil UTSnya baik dan tidak mengecewakan keluargaku.

Yuk aku share gimana awal mulanya bisa sampai sini. Mulai...
1. Kuliah di jurusan akuntasi hampir selesai 2 semester namun aku menyerah
2. Membesarkan dan menguatkan tekad untuk gapai mimpi awal 'Jadi mahasiswi Psikologi'
3. Ikut bimbel di NF sebagai persiapan menuju gerbang masuk impian, bebearpa kali TO dan hasilnya untuk lulus jurusan psikologi di PTN yang aku mau minim
4. Ikut tes SBMPT, SIMAK UI, dan Ujian Mandiri aku tak sama sekali menuliskan Psikologi dalam pilihanku dalam tes tersebut, kecuali pada tes SPMB ku tuliskan psikologi di pilihan nomor satu
5. Harap-harap cemas menunggu hasil dari setiap tes sampai akhirnya tes terakhirku memberi jawaban atas penantianku, alhamdulillah psikologi itu jawaban dari Allah SWT atas penantianku. ^=^
Dari kelima tahap singkatnya itulah yang ternyata Allah gariskan untukku. Kemudian memutuskan untuk kuliah jauh itu sebenarnya tidak mudah sahabat, apalagi ibuku sangat berat melepas gadis perempuannya untuk pergi jauh. Alhamdulillah beliau begitu percaya bahwa penjagaan Allah SWT terhadap mahluk ciptaanNYA adalah sebaik-baiknya penjagaan dan beliau pun merestui langkahku untuk menjadi anak rantau. Sampailah aku di tempat baru. ^_^

Yuhuu, menikmati dan bersyukur memang kadang sering terlupa hanya saja kalau dibiasakan rasanya itu luar biasa. ^_^
Jauh dari segala fasilitas dan kemudahan yang biasa kutemui saat berada dekat dengan keluarga, awalnya terasa aneh hanya saja kalau ingat impian-impian utama malu kalau mau mundur.
Adaptasi lagi, mulai mencari teman baik lagi, mulai memahami keadaan lingkungan yang sebelumnya belum pernah kutemui, dan masya Allah semua itu jadi 'garam' banget buat anak rantau ini.
Doa dari orang-orang jauh (keluarga dan sahabat) selalu jadi spirit dan vitamin disaat rasa lelah dan rindu mulai menyerang diri ini.
Sedikit berbagi pengalaman untuk sahabat yang mungkin belum sampai tahap sepertiku, semoga bermakna positif untuk sahabat semua ya dan Allah benarkan jika ada keliru dalam penyimpulan maknaku.
~buat sahabat yang belum kuliah, sebaiknya mulai dipikirkan baik-baik dan jangan lupa yang utama minta petunjuk serta memasrahkan segala keputasan terbaik kepada Allah SWT. Sebagai mujahid&mujahidah di era modern, kalian harus menyelipkan satu tujuan baik untuk orang banyak, supaya Allah makin ridho sama cita-cita kalian. Hehe. Pokoknya tanamkan semangat jihad di hati kalian untuk mengangkat derajat dan mengembalikan kejayaan agama Allah pada tempat tertinggi di bumi Allah ini.~
~buat sahabat yang sudah kuliah dan mengalami kegalauan dalam perjalanannya, sebagai salah satu orang yang diizinkan Allah untuk mengalami hal ini aku hanya mau bilang, sebagai anak muda emosi meluap bisa dalam berbagai wujud dan kadang kita sering menempatkannya tidak sesuai. Seringkali juga kita menjadikan emosi sebagai bahan bakar pembenaran segala keputusan kita dan kemudian menjadikannya sumber kesalahan ketika mereka mulai mereda. Kuliah itu anugerah dari Allah, karena ternyata banyak sahabat kita yang ingin menjadi seperti kita namun Allah punya rencana yang berbeda untuk mereka. Kalau di tengah jalan kita merasa ada yang tidak sesuai dan merasa mampu untuk memilih jalan lain, sebaiknya di pikirkan dengan keadaan yang tenang kemudian tuliskan sisi positif dan negatif apa yang selama kuliah ini berlangsung dan yang akan terjadi jika mengulang. Bisa kalian bilang aku jahat karena ga mendukung keinginan besar kalian sahabat, hanya saja beberapa opini sahabatku mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan kalian, yaitu: 'sayang umur lo hed.'; 'pikirkan lagi estimasi biaya dan waktu yang terbuang, coba lirik orang tua situ.'; 'ngapain sih kak? Lo mau jadi apa sih?'; 'Gapapa sih kalau kamu mau nyoba dan ngulang dari awal lagi dy, hehe trus kapan kamu mau married? Kan kamu calon ibu.'; 'Semangat dy, kalau memang rezekimu ya Alhamdulillah.'; 'Ya kalau gitu dapat jauh atau deket sama aja yang penting tujuannya lurus.'; 'Yah heidy harus banget ya nyoba lagi? Emang heidy ga mau bareng-bareng kita lagi disini?'; dan masih banyak lagi.
Kalian tahu sahabat yang tengah menggalau, terkadang mimpi itu tidak harus selalu menjadi jalan raya utama dalam hidup kita. Aku punya beberapa contoh nyata
1. Salah satu abang jauh ku yang punya impian jadi bagian dari yellow jacket dan alhamdulillah terwujud diterima di fakultas A, seiring berjalannya waktu tiba2 beliau merasa bahwa ini bukan passionnya.Yap sama seperti ku beliau ingin mengulang lagi dari awal dan memilih jurusan yang sesuai passionnya, hanya saja karena orangtuanya tak lagi muda beliau pun mengurungkan niatnya. Ga mentok sampai situ, beliau arahkan keinginannya dengan mengikuti workshop atau seminar2 yang dapat menambah pengetahuan dan pemahaman tentang mimpi terpendamnya. Alhamdulillah beliau menjadi wisuda dengan nilai kumlaut, saat ini tengah bekerja di tempat yang 'bukan passionnya'. Pernah aku bertanya pada beliau bagaimana bisa, beliau mengatakan "cukup dinikmati aja perjalanannya, kalau ada mimpi besar pasti ada jalan.".
2. Salah seorang sahabat baikku, mahasiswi manajemen di salah satu institut swasta di jakarta. Seorang gadis muda yang bermimpi untuk menjadi ahli di bidanh broadcasting, dan 'nyasar' di ekonomi. Kalian percaya ga, meski beliau kuliah di jurusan yang ga pernah nyentuh broadcast sama sekali beliau tetep bisa eksplor mimpinya. Saat ini beliau telah banyak membuat short movie, stop motion, dan banyak foto-foto yang keren. Beliau belajar otodidak untuk memahami mimpi besarnya tanpa melepaskan yang menjadi kewajibannya sebagai anak yang dikuliahkan.

Dari dua kisah di atas, semoga sahabat yang galau bisa menemukan arah mata angin impian sahabat lebih baik lagi.~

Hehe penutupan deh, sahabat pasti mulai ngantuk baca tulisan ngalor ngidul ini. Pada intinya aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kebahagian dunia dan akhirat sahabat semua. Semoga Allah selalu jadi tujuan dalam setiap langkah sahabat. Aamiin Allahumma aamiin. 

Jazakumullah khoiron katsiron ya sahabat atas waktunya untuk membaca tulisan ini

Wassalamu'alaykum wr.wb ^_^

Rabu, 09 Juli 2014

Tulip :)


Assalamu’alaykum wr.wb
Heidy mau coba ceritakan tentang apa yang pernah dialami, mungkin saat kalian membaca tulisan ini ada kesamaan dalam cara pandang atau kejadian.
Silahkan menyimak,

                                                           Anakku, Maaf Ibu Berbeda

            Hari itu aku sampai di sekolah terlalu pagi, karena biasanya aku menjadi ratu “telat”. Saat itu aku duduk di kelas VIII salah satu SMP Negeri di Bekasi. Aku suka mengamati dan menganalisis kejadian yang terjadi di sekitarku, kemudian aku simpan dalam memoriku berharap bisa jadi rambu-rambu dalam tindakanku. Duduk di pelataran kelas sambil menikmati dinginnya udara pagi kala itu, tak sengaja mataku melihat sesosok perempuan yang berdiri tepat di ujung lorong dekat pintu masuk sekolah. Setelah kupertegas sosok itu adalah seorang ibu yang cukup sering kulihat di sekolahku. Aku berpikir dia sama seperti ibu pada umumnya, berada di sekolah karena mengantarkan anaknya. Namun kali ini berbeda, setelah aku mendengar cerita dari salah satu sahabatku mengenai siapa sebenarnya ibu itu.
            Bel tanda mulai pelajaranpun berbunyi, seluruh siswa sudah masuk ke dalam kelas, kecuali mereka yang datang terlambat. Tradisi yang cukup berkesan dan selalu ku kenang sebagai langganan “hukuman terlambat”, 100 sampah untuk telat pertama dan bertambah 50 untuk telat berikutnya. Beruntungnya hari itu aku tidak terlambat. Tepat pukul 11.30 bel istirahat berbunyi, aku dan teman-teman segera keluar menuju kantin. Sampai di kantin temanku melanjutkan ceritanya tentang siapa ibu itu, rasa antusiasku untuk tahu sudah memuncak sampai makanpun tak enak. Temanku bilang kalau anaknya memang sekolah di sini, dia adik kelas ku bahkan ternyata dulu aku yang jadi PJ MOSnya. Disebutkan oleh temanku nama anak itu adalah Tulip,  ia tinggal di kontrakan dekat dengan rumahnya. Tulip dikenal cukup galak dengan ibunya, pernah terjadi saat dia dan ibunya belanja di warung temanku kemudian dia memarahi ibunya dikarenakan tidak membelikan yang dia mau. Cerita singkat itu membuat pikiranku terfokus untuk mengetahui lebih dalam lagi.
            Keesokan harinya, disaat istirahat tiba aku melihat segerombolan anak laki-laki sedang tertawa sambil mengolok-olok seseorang. Sampai ketika aku melewati mereka kutemukan ibu Tulip sedang tertawa dan bahagia yang tak “biasa”, saat itu aku mulai mengerti dia tidak seperti ibu pada umumnya. Dalam perjalanan menuju koperasi sekolahku, aku berharap semoga saat pulang nanti ibu Tulip masih ada di sekolah, karena biasanya beliau hanya ada di sekolah sampai jam istirahat saja. Beruntungnya aku hari itu, beliau masih ada, tengah duduk di depan pos satpam sekolahku. Segera aku berlari menghampiri babe(satpam sekolah) untuk menitipkan tas di ruangannya, kemudian menghampiri ibu Tulip. Awalnya aku agak takut untuk memulai pembicaraan, pakai rumus kepo ekstrim akhirnya berani juga, begini dialogku dengan beliau.
Aku                : “Assalamu’alaykum, ibu nunggu anaknya?”
Ibu Tulip       : “Iya, kamu temennya anak saya ya? Tulip.”
Aku                : “Oh bukan ibu, saya kakak kelasnya.”
Ibu Tulip       : “Gak galakkan sama Tulip? Dia anak baik kok.”
Aku                : “Insyaa Allah enggak kok bu, kenapa ibu bicara begitu.”
Ibu Tulip       : “Banyak orang jahat, banyak yang suka sakitin Tulip. Saya marah, benci, sakit. Saya ga mau Tulip nangis.”
Aku                : (menghela nafas dan dada terasa sesak) “Subhanallah, iya bu di sini Tulip ga ada yang menyakiti kok insya Allah.”
Ibu Tulip       : “Tulip selalu marah-marah kalau saya kesini, dia bilang dia malu kalau saya kesini. Saya cuma mau jagain anak saya kok.”
Aku                : “Iya bu, saya ngerti. Yasudah ya bu, saya pamit dulu mau ada rapat.”
Ibu Tulip       : “Udah kerja ya? Yaudah si Tulip mana ya?”
Aku                : “Tidak bu, eskul. Tunggu saja bu nanti kalau saya ketemu saya bilang ada ibu di sini ke Tulip.”
Ibu Tulip       : “Ga usah ga usah, makasih. Saya pulang duluan saja, biar Tulip ga malu.”

Kalian tahu ga? Aku ga bisa detail jabarin yang sebenarnya. Kalau boleh jujur ingat kejadian ini buat aku ingin terus menangis. Bicara dengan beliau tak semulus yang ku tuliskan. Saat kami bicara pandangannya tak fokus, senyum atau kadang tertawa sendiri, seketika mukanya serius, nadanya naik turun, ya layaknya orang yang ada di Rumah Sakit Jiwa. Tapi aku tahu beliau berbeda, dia diberi kesadaran penuh untuk menyayangi anak-anaknya, termasuk Tulip. Namun kalian harus tahu, setelah pembicaraan kami ini sempat beberapa kali aku melihat dan mendengar langsung bagiamana Tulip memaki dan memarahi ibunya. Beliau tidak menunjukan senyumnya saat Tulip lakukan itu, namun beliau juga tidak menangis. Semenjak saat itu aku cukup sering mengajak beliau berbicara disaat luang.
            Aku tidak menyalahkan sikap Tulip, saat itu aku juga tidak menyalahkan ibunya. Mungkin jika aku dihadapkan dengan posisi sebagai Tulip akan melakukan hal yang sama. Tulip hidup dalam keterbatasan ekonomi, ibu yang memiliki kesadaran tak sepenuhnya, lingkungan yang mengasingkan dirinya dan keluarganya. Pelajaran berharga yang dapat ku ambil, sungguh benar “kasih ibu sepanjang masa”. Sempat aku mengatakan pada Tulip bahwa yang dia lakukan terhadap ibunya sama sekali tidak memiliki pembenaran, justru jelas dilarang dalam Al-Qur’an. Ada satu kejadian yang cukup besar dampaknya bagi Tulip, mungkin dia sangat merasa malu sehingga tiap kali ibunya datang kesekolah atau dirumah dia tidak memarahi ibunya lagi, namun dia hanya diam kemudian pergi. Kata-kata ibu Tulip yang dinyatakan kurang sehat jiwanya selalu teringat dipikiranku “Saya tahu banyak orang yang benci saya, saya tahu saya ga sama kayak yang lain, tapi saya tahu juga kalau Tulip dan adiknya adalah anak saya. Saya nangis tiap kali ada orang yang jahatin anak saya.” *tears*. Saat ini Tulip sudah selesai sekolah di salah satu SMK di Bekasi, aku masih sering bertemu ibunya saat pulang kuliah namun hanya menyapa lewat senyum. Entah beliau mengingatku atau tidak, namun aku ingin berterimakasih dan sangat bangga dengan kegigihannya sebagai seorang ibu yang tak biasa.
Semoga Tulip dan keluarganya selalu dalam lindungan Allah SWT, dan semakin baik kehidupan mereka setiap harinya. Aamiin Allahumma aamiin

Sabtu, 05 Juli 2014

Marhaban Ya Ramadhan

Assalamu'alaykum wr.wb
Hola saudariku :) Lama tak bersua..
Kangen ngepost di sini, rasanya banyak banget yang mau diceritain.
Apa kabar puasa kalian kawan? Semoga semakin baik ya puasanya semakin hari. Aamiin Allahumma aamiin :)
Sekian intermezonya ya kawan, hehe insyaa Allah aku akan kembali nanti malam dengan satu cerita seru. :) can' wait fot tonight.. :)

Rabu, 26 Maret 2014

Katakan Tidak untuk Mengeluh



Assalamu’alaikum wr.wb
Hola kawan.
Tiba-tiba pagi ini rasanya mau cerita banyak hal sama kalian. Ga tau kenapa mulai merasa ibuk berlebihan lagi, *hoho*. Kalian pernah ga merasa bahwa rutinitas itu kadang membosankan?
*ups tidak ada waktu untuk mengeluh heidy* Jadi ceritanya aku belajar dari sahabatku mahasiswi FBS UNJ’13, bahwa setiap kita lagi jalan atau ngobrol bareng dia selalu melarang dirinya untuk “MENGELUH”. Itu awal mula “Malu Besar” datang menghampiriku, karena kayaknya waktu itu hobiku adalah mengeluh. Setelah dicoba dan dijalani emang ga mudah sih untuk berhenti mengeluh meski hanya dengan tidak  mengatakan “capek ah”. Tapi tidak mengeluh sehari itu, beda banget sama kalau kita penuhi hari kita dengan keluhan. Nikmatnya tidak mengeluh itu mengajarkan aku untuk mensyukuri apa yang aku miliki dan terjadi saat ini. Alhamdulillah. Oh iya, ada kalimat yang asyik buat jadi warning kalau tuh keluhan mau keluar nih ceritanya *tips ala heidy*:
a. Ucap istighfar dan hamdalah
b. Ganti ucapan yang menunjukan keluhan dengan kalimat pembangkit semangat
1. Lelah biasanya bilang “capek ah!” coba ganti jadi gini “Istirahat dulu deh.”
2. Lapar biasanya bilang “laper nih!” coba ganti jadi gini “makan yuk!”
3. Bosan biasanya bilang “bosen woy!” coba ganti jadi gini “Jalan-jalan asyik nih.”
c. “Jangan menyulitkan hal yang sebenarnya tidak sulit.” Laper yang makan, haus ya minum, lelah ya istirahat, bosan ya refreshing, kurang ya tambah.
Kawan itu sedikit tips yang insyaa Allah aku masih coba terapkan sekuat tenaga, karena kadang masih suka keluar kalimat keluhan. Astagfirullah. Semoga Allah kuatkan dan bantu kita untuk belajar menjadi muslim yang baik ya kawan, aamiin.

Salam cinta dari heidy..
Wassalamu’alaykum wr.wb

Sabtu, 22 Maret 2014

Sepuluh Enam'10, SMAN 30 Jakarta



Assalamu’alaikum wr.wb..

Ceritanya tiba-tiba lagi teringat masa-masa awal jadi anak SMA. Jadi salah satu siswa di SMAN 30 Jakarta itu sebuah anugerah terindah dalam hidup, *eeaa lebih* karena disanalah ku habiskan masa-masa yang kata orang ga akan mudah dilupakan. Lets see, apa sih yang aku tulis waktu itu *sedikit edit, cukup alay-_-*..
“Okeh pertama2 saat aku tulis catatan ini aku sadar banyak kekurangan dan sikap serta sifat buruk aku yang sangat tidak menyenangkan..
di X.6 semua aku anggap sahabat..
ku mulai berbagi pendapat ku tentang kalian semua..
1.DESI atau DESOY orang pertama yg ku kenal jauh sblum aku masuk ke ggus 6 wktu itu, dia org yg baik, menyenangkan, aktif, dan spertinya agak keras kepala.. tpi stlah kenal baik dia sngat menyenangkan bhkan dia panggil aku "mama" hhoho..
2.ANITA atau TEITEI orang kedua yang ku kenal saat berda di gugus 6, yah dia cantik, baik, pintar.. stelah kenal baik memang bnar pndapat ku wktu itu, satu tmbahan dia agak polos, dia panggil aku "mahei"..
3.DINDA atau DINDOT orang ketiga yg ku kenal, dia asik beuh mantap lah pkoknya mklum dia tman sebangku pertama ku, pkoknya the best banget deh dia, mkin kenal baik dia itu ckup dwasa, cuek, apa adanya, pkoknya wow.. dia panggil aku "mahei" juga..
4.INDRI atau IIND orang brikutnya yg aku kenal, yah dia pndiem, polos, dan agak aneh, wkwk trnyata kenal baik dia makin tau deh betapa baiknya dia dn pengertiannya dia pada ku, pkoknya sohib aku nget deh, dia panggi aku "teteh"..
5.UTAMI atau TAMOY dia adalah ssok yang pintar, jutek, dan awalnya aku gk yakin bisa kenal baik dia, tapi trnyata dia baik, lucu, menyenangkan, meski kdang agak egois dn jutek sangat tapi dia ttep de best..
6.DEDE N atau PESEK awal masuk X.6 sih gak terlalu tau bhkan gk sdar klo ada ni org di X.6, smpai akhirnya KBM dimulai bru tau deh ada ni org yg sok iye, suka ngelucu baik, dewasa, ramah, selalu ingin tampil tpi mnyebalkan sngat..
7.MARTIN atau KANTIN wah yg ni ni spesial bner deh dri awal msuk ggus 6 pling aktif kreatif dn tiada tndingnya, kenal baik sama ni org beuh mantap bner2 deh gilanya gak maen2 ckck dia kaka ku bnget deh..
8.RIZA atau BENTOL nah yang ini juga gak kliatan wktu MOPDB knal dia gra2 pas mo tmpil d hari trkhir MOPDB dia brdiri d sbalah ku, kenal baik dia itu orgnya baik mnyenangkan pintar, sumber informasi tetntang "YUSUF", pkoknya gak pernah menyesal kenal ni org deh..
9.TOGI atau TOGIBUM nah yg ini sih gk jauh beda dah sama Kantin, hha sama deh gilanya, pinternya luar binasa, pkokknya gtu dah..
10.NAOMY atau NAONAO yg ini kliatannya lemot tpi uda kenal dia beuh baik kok, lemot sngat, asik dan gak prnah menyesal knal ni org.. de best lah..
11.MARIA hmm dia pndiem trtutup dn spertinya susah d tebak, stelah knal dia adlah pribadi yg mnyenangkan, apaadanya meski agak kasar sih kata2nya, hhe..
12.ANGGA nah ni ahlinya soal TIK wkwk, pendiem kesannya tpi trnyta bawelnya bukan maen kok, suka ngelawak yg kdang bikin aku ktawa, tpi lbih sering aku marah2in,, hhe maaf ya sob..
13.SANDI atau SENDOK hmm yah dia baik, agak klemer2 sih, tpi uda enal ni org asik, pngertian tempat curhat yg mnyenangkan, sklipun prnah jdi brandalan tpi skrg uda insaf kok.. hhe
14.ARGY wah ini orang kecil2 brbahaya, wkwk brisiknya beuh gk maen2, tpi gini2 ni org tmen sperjuangan aku, gmna gak klo UH PKn dduk breng trus liat bku pket breng, uda gtu gk marah wktu screen hpnya gk sngaja k senggol dn retak,, hhe de best lah..
15.GUSMAN atau mr.OH ni org kePEDEan bkan maen, pinter, dn membosankan tau knpa krna klo ngomong sama ni org apapun omongannya jwbnya hnya "OH" hhe tpi asik kok apa lgi klo dah ngejek aku beuh mantap..
16.FAJAR atau JERAPAH pendiam, agak aneh, suka asik sndiri sampe skrg kyaknya mkin parah deh, wkwk tapi ttep asik kok, dia saingan ku ni dikelas berbahaya !!
17.NURUL atau BUDE hha ni org sumpah deh klo ngelirik jutek abis, hha deketnya sama ni org di sms doang, klo knyataannya biasa aja nothing spesial, diem2 mnghanyutkan ni org soalnya dia saingan ku juga dikelas, hhe tpi tenang aku ttep sayang kok sama nurul beuh yakin dah sumpah..
18.SITI atau NCEK nah ni org mantap lah baik, tomboy plus cuek abis dn kyaknya bnyk yg gak dia suka dri aku deh, tpi gpp ncek santai aku ttep nyaman kok jdi temenmu..
19.DIRGA atau siHANDSOME ni org kdang kliatan baik pndiam, tpi kdang brandalan dn mnyebalkan, haduh ni org prnah bilang mau brubah tpi gk tau deh jdi apa gak, haduh boy jadi org yg lbih baik dari sblumnya tuh emang sulit tpi ku yakin kmu psti bisa.
20.FISKA nah pndiem ni org sbnernya udah lama kenal jauh sblum ketemu di skolah mklum Emaknya ama Emakku sohib, hha ni org slalu tnya gmna biar bisa punya bnyk tmen dn protes knp aku bawel bnget wkwkwk..
21.YUNIDHA hha ni org ckck parah boo dandan mulu kerjaanya suaranya cempreng bnget dah pkoknya ni org ckck deh kidding friend..
22.RINI hhe ni org asik, enak diajak curhat wah gak nyesel deh kenal ni org hhaha..
23.DEDE S atau DESU ni org baik, lucu kdang2, suara gk jauh cemprengnya lah sama Tata, hhe tpi pling gk seneng liat ni org nangis gara2 cwok..
24.SENDI atau TANTE nah ini sih bu ustadznya X.6 bnget.. hhe emang sih ni org gk dket sama aku tpi yah lumayan lah kalo sama YUSUF'S FAMILY sngat kenal baik, hhe ciee..
25.APRIZAL atau BIGBOSS wah ni org gimana yah? baik kok gk trlalu dket sih, hhe..
26.FAIZ atau LONGSOR beuh ni org ckck mntannya sohib aku ni TEITEI wkwk, ni org autis gk bisa diem  dan kyaknya gk ada capeknya buat brntem sama si HANDSOME..
27.RICHARD atau OMPONG nah ini omnya aku bnget wkwk, lucu kok orgnya pinter, baik, trus suka crita2 yg aku gk ngerti mksudnya apa hhe..
28.ANISA hmm pndiem kembaran Mam Kelly hhoho gaya ngomong ciri khas dan sekarang dah pindah ke bandung..
29.AFI dia cukup baik kok slengean dan ckup brmasalah dlm kehadiran hingga akhirnya pindah juga ke 59 katanya..
30.YUSUF atau DADDY atau PACUP ni org autis, bawel, gak bisa diem, mnyebalkan, dan galak bnget !! wah sbnernya ni org sumber kesusahan aku bnget gara2 ni org pindah jdi aku yg capek deh gntiin jabatan KETUA KELAS..
hhuhu de best memory tentang X.6 hhe gk kn lupa deh...”
#posted 3 Februari 2011
            Cihuii, lucu-lucu.. Masa kejayaan alay masih berlaku dalam diri heidy, insyaa Allah sekarang sudah ga. Aamiin.. Sukses terus buat teman-teman ex.X6 2010/2011, semoga suatu hari nanti kita bertemu kembali dalam keadaan mapan lahir batin. Aamiin