Minggu, 18 Oktober 2015

Happy Family

Assalamu'alaykum warrohmatullah wabarokatuh.. ^^
Halo sahabat fillah, semoga selalu dalam lindungan Allah ta'ala.
Aku mau cerita tentang beberapa kejadian yang coba aku rangkai ya, wawllahu'alam semoga Allah berkenan mengampuni kesalahan dan kekeliruanku dalam berpikir serta menuliskannya.

Aku seringkali bertanya kepada Allah, kenapa aku selalu diijinkan mendengar kisah orang-orang yang unik tentang keluarganya. Aku pernah mendengar kutipan dalam salah satu kajian yang kutemui bahwa "sebaiknya kita menjaga aib keluarga kita karena hanya akan ada dua kemungkinan oranglain mendengarkan dan sekedar bersimpati pada diri atau oranglain mendengar dan menyebarkannya kemudian". Aku mungkin salah memaknainya, karena ketika oranglain bercerita tanpa ku minta mengatakan untuk berhenti bercerita sepertinya membuatku begitu jahat. Karena yang aku pahami setiap individu berbagi tidak selalu ingin dinasehati atau didengarkan, kadang berbicara dengan oranglain membuat individu merasa lebih baik. Sebelum aku mendengarkan lebih dalam inSyaa Allah aku selalu memastikan apakah kisah ini sudah dicurahkan kepada Yang Maha Memiliki kehidupan. Wawllahu'alam jikalau ternyata mereka tak menjawab jujur atas pertanyaanku. Beginilah aku dengan segala keterbatasanku.

Prologku usai, kalian tahu bagaimana rasanya ketika harus mendengar berulangkali kisah yang hampir sama kemudian mereka yang bercerita menangis dan meminta untuk berdiskusi jalan keluar atas permasalahan yang mereka hadapi. Mungkin aku memang bukan pribadi yang cukup baik apalagi bijak dalam hal ini. Pengalaman dan usiaku belum cukup matang untuk menjawabnya, akupun belum berkeluarga. Aku seringkali dibuat takut karena harus mendengar kemudian menjadi saksi atas airmata mereka. Namun aku tak bisa lakukan apa-apa, selain mendengarkan dan berusaha memposisikan diri seperti mereka. Hanya saja kawan, akibat kejadian yang aku yakini Allah tak akan ijinkan terjadi kalau bukan karena ada hikmah yang harus kupetik. Tidak jarang aku menangis ketika satu persatu kejadian itu terjadi kepadaku, mereka semua berkisah dan aku mulai merasakan hal aneh. Mungkin aku harus lebih sabar dan membuka mata atas apa yang terjadi di sekitarku.

Fenomena "happy family" yang memiliki arti tak sebenarnya memang sering terjadi. Namun tahukah kalian yang mengalaminya langsung, kalian adalah generasi berlian yang jelas harganya lebih mahal dari emas di pasaran. Boleh aku mengatakan ini sahabat, "Kalian jelas berbeda dengan yang lain karena ketika seusia kalian kebanyakan mereka sibuk dengan urusannya sendiri, sedang kalian tengah diperhatikan Tuhan untuk menjadi lebih kuat dan sibuk agar mempercepat langkah ke arah yang lebih baik. Kalian itu pilihan, apa yang terjadi pada kalian adalah bukti bahwa kalian adalah yang terpilih dan dipilih langsung oleh Tuhan untuk mengalaminya. Jadi kalian harus tahu betapa Tuhan menyayangi kalian, maka dari itu menangis dan berkisahlah dalam segala situasi langsung kepadaNYA. Percaya padaku kawan, bahwa Tuhan akan langsung melihat ke arahmu, mendengar ceritamu, menatap dan mengulurkan tangan penuh kasih-NYA karena setelah dirimu bercerita Tuhan ingin kamu semakin kuat. Aku tidak samasekali ingin mentertawaimu atau kemudian melihatmu dengan pandangan berbeda, karena ketika kalian percaya membaginya denganku dengan begitu aku bersyukur kepada Tuhan karena aku masih diijinkan menjadi umat yang dipercaya menanggung amanah berupa ceritamu. Kalau aku tak menangis saat dirimu bercerita bukan karena hatiku keras, melainkan sepertinya aku sudah terlalu sering menangis dilain kesempatan dan aku hanya ingin melihat senyummu lebih sering. Kalau aku menaikan nada bicaraku saat dirimu mengeraskan kepalamu bukan karena aku tak memahami posisimu, aku hanya ingin kamu tahu kawan menjadi lebih lembut akan mendamaikan hati dan pikiranmu. Kalau kamu melihat kekuranganku dan membuatmu tak lagi nyaman denganku, cukup jauhi aku dan hindari segala kekuranganku. Aku menjadi baik saat di dekatmu karena aku ingin kamu menjadi lebih baik daripada aku, akan sangat merasa bahagia ketika dirimu berhasil bangkit kemudian meninggalkanku".

Kawan, aku tak bisa jabarkan bagaimana kisah masing-masing mereka. Namun aku hanya ingin menyampaikan ini. Aku lebih sering menangis ketika aku tengah sendiri dan bukan saat dirimu menatapku penuh harap untuk didengarkan dengan baik. Aku lebih sering memikirkan kalian ketika kalian mulai sibuk dengan kegiatan kalian atau seusai kalian berbagi cerita denganku. Beginilah aku, semoga sikap dan perbuatanku tak banyak melukai hati kalian. ^^ aamiin

Teruntuk siapapun yang telah percaya untuk berbagi cerita denganku, semoga Allah ampuni dosamu, limpahkan berkah dan hidayah kepadamu, bahagiakan dirimu di dunia hingga akhirat. Aku mencintai setiap yang ku kenal karena Allah dan untuk Allah, tanpaNYA kalian tak akan ada di dekatku dan mewarnai hari-hariku. Jazakumullah katsiron.