Sabtu, 16 Januari 2016

Look Around You

Jakarta, 2016 January 16th
Assalamu'alaykum sahabat..
What do you think about her?
Seorang wanita yang merasakan panasnya ibukota?
Seorang wanita yang tengah memikirkan banyak hal?
Seorang wanita kurang normal?
Seorang wanita gelandangan ibukota?
Aku coba paparkan kenyataan yang nampak saat gambar ini aku ambil. Beliau adalah seorang wanita "tidak biasa" yang jadi fokus tatapan aneh orang-orang di sekitarnya. Beginilah negeriku kurang lebihnya senang menilai, sukar bertindak, tapi tetap patut untuk dicintai, dihargai, dan bela. Kembali kepada sosok wanita ini, menurutku beliau masih berada dalam lingkaran usia produktif, hanya sedikit nampak lusuh karena memang beliau "tidak biasa". Aku coba mainkan opiniku dengan niat agar aku lebih pandai dalam kelola diri dan pastinya bersyukur atas nikmat hidup. Aku pernah berbagi curahan hati dengan salah satu kawan terpercaya yang inSyaa Allah sahabat terbaikku dunia hingga akhirah *aamiin*, begini singkatnya aku sempat merasa hidupku benar-benar diujung tanduk seperti hampir mencapai titik nadir mendekati putus asa. Kemudian kawanku memberiku pertanyaan seperti ini, "Udah nyerah sama hidup? Ngerasa mati jalan terbaik? Berani minta mati udah yakin selamat masuk syurga? Udah banyak amal baiknya?". Seperti disambar petir dan melihat Allah ta'ala menangis atas kelemahan umatNYA satu ini. Aku memilih perbanyak istighfar dan mengingat dosa sambil menangis saat itu. Kawanku tiba-tiba diam dan membuat suasana jadi hening, aku semakin leluasa menangis. Sedikit ceritanya sih seperti itu. Wawllahu'alam kurang lebihnya semoga Allah baikkan. Aamiin.
Jadi sahabat, kesimpulannya dari bahas hasil jepretan amatir dan cerita singkatku adalah "Hidup cuma sekali, lakukan yang terbaik untuk akhir yang baik.". Kalau kita rasa dunia mulai menekan dan berlawanan dengan kita dari segala sisi, sebaiknya kita berdiam diri sejenak sembari diskusi dengan Yang Maha Memiliki kehidupan, berbicara dengan oranglain yang kita kenal baik dan dekat dengan Allah ~jika diperlukan~, banyak-banyak beristighfar dan intropeksi diri. Coba deh, ada yang beda deh inSya Allah sahabat rasanya. ^^ Setelah dampak baik dari cara minimalis tadi, buru-buru maafkan diri, lihat keluar diri, tebar senyum semangat, sering-sering memandang jauh kedepan tanpa mengabaikan yang ada di belakang, perlahan tapi pasti mulai susun dan perbaiki mimpi, dan sugestikan pada diri kalau hidup sekali harus penuh manfaat untuk diri kita dan oranglain. Bismillah, kita pasti bisa sahabat!!! Aku selalu berdoa agar Allah lindungi kita agar terhindar dari rasa kecewa berlebih, amarah, berharap tak realistis, keyakinan yang salah, rasa putus asa, dan segala sifat yang Allah murkai. ^^ Aamiin Allahumma Aamiin

Feel Free

Kalau kamu memutuskan untuk membenciku, aku bisa apa?
Kalau kamu memilih untuk menjauh dariku, aku bisa apa?
Kalau kamu telah yakin untuk berhenti mengenalku, aku bisa apa?
Kalau kamu pada akhirnya akan benar-benar memalingkan pandanganmu dariku, aku bisa apa?
Aku bisa apa, selain terus menyebut namamu disetiap doaku.
Aku bisa apa, selain mengikhlaskan keputusanmu tanpa pernah berniat melupakanmu.
Aku bisa apa, selain membiarkan Tuhan lewat waktuNYA untuk mengembalikanmu atau menggantikan aku dengan sosok yang kamu mau. ^^

The True Love

Cinta sebenarnya adalah ketika membiarkan yang dicinta mendekati yang dicintainya..
Cinta bukan hanya tentang kamu dan aku, namun ini lebih dari bagaimana kamu dengan sekitarmu serta aku dengan sekitarku..
Cinta tak melulu tentang bagaimana nanti kita akan bersatu, namun ini bagaimana Tuhan mengijinkan kita bersatu dalam kebaikan, untuk membaikan, dan terus baik hingga tiba di akhiratNYA kelak..
"Sayangnya aku tidak sebaik tentang cinta yang ku tulis. Aku mungkin jauh lebih baik dibilang -buruk-. Hanya saja cinta yang ku tulis mengajarkanku, bahwa kalau masih diberi nafas untuk hidup hari ini berarti itu kesempatan terakhir mengubah -buruk- menjadi lebih baik. Tuhan selalu terima tangis dan permohonan maafku, maka dari itu hari ini harus jadi hari terakhir aku mengulangi semua kesalahanku."
Karena cinta mengajarkanku, terimakasih Allah, Mama&Papa, Adik, Nenek&Kakek, Saudara/i, Sahabat-sahabat, Guru-guru, dan kamu.