Assalamu'alaykum wr.wb
Lama tak bersua sahabat..
Semoga Allah SWT senantiasa curahkan rahmat dan hidayahnya pada kita ^_^
Sahabat saat ini aku tak lagi tinggal di Bekasi dan beraktifitas di Jakarta. :) Saat ini aku tengah di tempatkan Allah SWT di sebuah tempat yang sempat beberapa kali muncul dalam benakku. Hehe. Aku mau curhat banyak nih, gimana ceritanya bisa sampai disini. Sebelumnya aku mau bilang 'Terimakasih yaa Rabb, Alhamdulillah yaa Rabb.' semua yang terjadi adalah atas izin dan kuasa MU. :') Sahabat saat ini aku tengah berkuliah di salah satu Universitas Negeri terbesar di pulau dewata. ^_^ Yuk lets start my story.
Yup, aku memang punya cita-cita untuk masuk universitas negeri dengan harapan akan meringankan sedikit beban orang tuaku. Alhamdulillah Allah ijinkan, semoga harapanku bisa dikabulkan oleh Allah. Sebelum ini aku sempat berkuliah di salah satu universitas swasta di Jakarta, *sebenarnya aku merindukan saat menuntut ilmu disana*. Kalian tahu sahabat, Ibu ku adalah wanita terhebat yang pernah ku kenal. Beliau adalah kebahagiaan yang sering terlupa. Sungguh sahabat, aku rasa kalian juga merasakan hal yang sama dengan besar cinta kalian terhadap sosok wanita tangguh yang sering kita kecewakan atau bahkan lukai hatinya yaitu IBU. Beliau adalah guru, sahabat, dan pelindung terbaik yang Allah ciptakan. Pelajaran berharga saat jauh dari beliau adalah betapa mahal kasih sayangnya dan tak ada satupun hal yang bisa samakan besar serta tulusnya kasih sayang beliau. Untuk kita yang masih berkesempatan melihat senyum ibu kita, semoga kita terus maksimalkan ikhtiar di jalan Allah untuk bahagian mahluk ciptaanNYA yang terdapat syurga di telapak kakinya. :') Aamiin Allahumma Aamiin.
Yaa, kalian yang mungkin lebih dulu jauh dari keluarga untuk menuntut ilmu telah menemukan cara tuk minimalisirkan "homesick". Kebetulan aku sebagai pemula yang sepertinya masih perlu usaha keras untuk maksimal dan fokuskan tujuan untuk bahagiakan keluarga dan meminimalisir perasaan 'ingin pulang'. Sudah dua bulan berjalan aku tinggal jauh dari keluarga dan sahabat-sahabatku, di tempat yang aku sama sekali belum pernah datangi. Disini rasanya sih biasa aja hanya perbedaan budaya dan masyarakatnya saja yang membuat nyata bedanya. Hanya saja dalam islam tak ada ketentuan untuk membedakan secara nyata segala apa yang telah diciptakan Allah dengan segala skenario besarNYA. Bali, ya kota wisata kalian pasti lebih tahu sahabat. Untuk mereka yang mencari ketenangan dan ingin menikmayi indahnya alam semesta ciptaan Allah mungkin akan menghabiskan banyak waktu di sini. Hehe hanya saja aku kesini bukan untuk itu, aku di tempatkan disini untuk menuntut ilmu di jalan Allah dan semoga Allah ridhoi setiap langkahku. Aamiin. Saat nulis ini sih, alhamdulillah baru selesai UTS. Semoga hasil UTSnya baik dan tidak mengecewakan keluargaku.
Yuk aku share gimana awal mulanya bisa sampai sini. Mulai...
1. Kuliah di jurusan akuntasi hampir selesai 2 semester namun aku menyerah
2. Membesarkan dan menguatkan tekad untuk gapai mimpi awal 'Jadi mahasiswi Psikologi'
3. Ikut bimbel di NF sebagai persiapan menuju gerbang masuk impian, bebearpa kali TO dan hasilnya untuk lulus jurusan psikologi di PTN yang aku mau minim
4. Ikut tes SBMPT, SIMAK UI, dan Ujian Mandiri aku tak sama sekali menuliskan Psikologi dalam pilihanku dalam tes tersebut, kecuali pada tes SPMB ku tuliskan psikologi di pilihan nomor satu
5. Harap-harap cemas menunggu hasil dari setiap tes sampai akhirnya tes terakhirku memberi jawaban atas penantianku, alhamdulillah psikologi itu jawaban dari Allah SWT atas penantianku. ^=^
Dari kelima tahap singkatnya itulah yang ternyata Allah gariskan untukku. Kemudian memutuskan untuk kuliah jauh itu sebenarnya tidak mudah sahabat, apalagi ibuku sangat berat melepas gadis perempuannya untuk pergi jauh. Alhamdulillah beliau begitu percaya bahwa penjagaan Allah SWT terhadap mahluk ciptaanNYA adalah sebaik-baiknya penjagaan dan beliau pun merestui langkahku untuk menjadi anak rantau. Sampailah aku di tempat baru. ^_^
Yuhuu, menikmati dan bersyukur memang kadang sering terlupa hanya saja kalau dibiasakan rasanya itu luar biasa. ^_^
Jauh dari segala fasilitas dan kemudahan yang biasa kutemui saat berada dekat dengan keluarga, awalnya terasa aneh hanya saja kalau ingat impian-impian utama malu kalau mau mundur.
Adaptasi lagi, mulai mencari teman baik lagi, mulai memahami keadaan lingkungan yang sebelumnya belum pernah kutemui, dan masya Allah semua itu jadi 'garam' banget buat anak rantau ini.
Doa dari orang-orang jauh (keluarga dan sahabat) selalu jadi spirit dan vitamin disaat rasa lelah dan rindu mulai menyerang diri ini.
Sedikit berbagi pengalaman untuk sahabat yang mungkin belum sampai tahap sepertiku, semoga bermakna positif untuk sahabat semua ya dan Allah benarkan jika ada keliru dalam penyimpulan maknaku.
~buat sahabat yang belum kuliah, sebaiknya mulai dipikirkan baik-baik dan jangan lupa yang utama minta petunjuk serta memasrahkan segala keputasan terbaik kepada Allah SWT. Sebagai mujahid&mujahidah di era modern, kalian harus menyelipkan satu tujuan baik untuk orang banyak, supaya Allah makin ridho sama cita-cita kalian. Hehe. Pokoknya tanamkan semangat jihad di hati kalian untuk mengangkat derajat dan mengembalikan kejayaan agama Allah pada tempat tertinggi di bumi Allah ini.~
~buat sahabat yang sudah kuliah dan mengalami kegalauan dalam perjalanannya, sebagai salah satu orang yang diizinkan Allah untuk mengalami hal ini aku hanya mau bilang, sebagai anak muda emosi meluap bisa dalam berbagai wujud dan kadang kita sering menempatkannya tidak sesuai. Seringkali juga kita menjadikan emosi sebagai bahan bakar pembenaran segala keputusan kita dan kemudian menjadikannya sumber kesalahan ketika mereka mulai mereda. Kuliah itu anugerah dari Allah, karena ternyata banyak sahabat kita yang ingin menjadi seperti kita namun Allah punya rencana yang berbeda untuk mereka. Kalau di tengah jalan kita merasa ada yang tidak sesuai dan merasa mampu untuk memilih jalan lain, sebaiknya di pikirkan dengan keadaan yang tenang kemudian tuliskan sisi positif dan negatif apa yang selama kuliah ini berlangsung dan yang akan terjadi jika mengulang. Bisa kalian bilang aku jahat karena ga mendukung keinginan besar kalian sahabat, hanya saja beberapa opini sahabatku mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan kalian, yaitu: 'sayang umur lo hed.'; 'pikirkan lagi estimasi biaya dan waktu yang terbuang, coba lirik orang tua situ.'; 'ngapain sih kak? Lo mau jadi apa sih?'; 'Gapapa sih kalau kamu mau nyoba dan ngulang dari awal lagi dy, hehe trus kapan kamu mau married? Kan kamu calon ibu.'; 'Semangat dy, kalau memang rezekimu ya Alhamdulillah.'; 'Ya kalau gitu dapat jauh atau deket sama aja yang penting tujuannya lurus.'; 'Yah heidy harus banget ya nyoba lagi? Emang heidy ga mau bareng-bareng kita lagi disini?'; dan masih banyak lagi.
Kalian tahu sahabat yang tengah menggalau, terkadang mimpi itu tidak harus selalu menjadi jalan raya utama dalam hidup kita. Aku punya beberapa contoh nyata
1. Salah satu abang jauh ku yang punya impian jadi bagian dari yellow jacket dan alhamdulillah terwujud diterima di fakultas A, seiring berjalannya waktu tiba2 beliau merasa bahwa ini bukan passionnya.Yap sama seperti ku beliau ingin mengulang lagi dari awal dan memilih jurusan yang sesuai passionnya, hanya saja karena orangtuanya tak lagi muda beliau pun mengurungkan niatnya. Ga mentok sampai situ, beliau arahkan keinginannya dengan mengikuti workshop atau seminar2 yang dapat menambah pengetahuan dan pemahaman tentang mimpi terpendamnya. Alhamdulillah beliau menjadi wisuda dengan nilai kumlaut, saat ini tengah bekerja di tempat yang 'bukan passionnya'. Pernah aku bertanya pada beliau bagaimana bisa, beliau mengatakan "cukup dinikmati aja perjalanannya, kalau ada mimpi besar pasti ada jalan.".
2. Salah seorang sahabat baikku, mahasiswi manajemen di salah satu institut swasta di jakarta. Seorang gadis muda yang bermimpi untuk menjadi ahli di bidanh broadcasting, dan 'nyasar' di ekonomi. Kalian percaya ga, meski beliau kuliah di jurusan yang ga pernah nyentuh broadcast sama sekali beliau tetep bisa eksplor mimpinya. Saat ini beliau telah banyak membuat short movie, stop motion, dan banyak foto-foto yang keren. Beliau belajar otodidak untuk memahami mimpi besarnya tanpa melepaskan yang menjadi kewajibannya sebagai anak yang dikuliahkan.
Dari dua kisah di atas, semoga sahabat yang galau bisa menemukan arah mata angin impian sahabat lebih baik lagi.~
Hehe penutupan deh, sahabat pasti mulai ngantuk baca tulisan ngalor ngidul ini. Pada intinya aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kebahagian dunia dan akhirat sahabat semua. Semoga Allah selalu jadi tujuan dalam setiap langkah sahabat. Aamiin Allahumma aamiin.
Jazakumullah khoiron katsiron ya sahabat atas waktunya untuk membaca tulisan ini
Wassalamu'alaykum wr.wb ^_^
Lama tak bersua sahabat..
Semoga Allah SWT senantiasa curahkan rahmat dan hidayahnya pada kita ^_^
Sahabat saat ini aku tak lagi tinggal di Bekasi dan beraktifitas di Jakarta. :) Saat ini aku tengah di tempatkan Allah SWT di sebuah tempat yang sempat beberapa kali muncul dalam benakku. Hehe. Aku mau curhat banyak nih, gimana ceritanya bisa sampai disini. Sebelumnya aku mau bilang 'Terimakasih yaa Rabb, Alhamdulillah yaa Rabb.' semua yang terjadi adalah atas izin dan kuasa MU. :') Sahabat saat ini aku tengah berkuliah di salah satu Universitas Negeri terbesar di pulau dewata. ^_^ Yuk lets start my story.
Yup, aku memang punya cita-cita untuk masuk universitas negeri dengan harapan akan meringankan sedikit beban orang tuaku. Alhamdulillah Allah ijinkan, semoga harapanku bisa dikabulkan oleh Allah. Sebelum ini aku sempat berkuliah di salah satu universitas swasta di Jakarta, *sebenarnya aku merindukan saat menuntut ilmu disana*. Kalian tahu sahabat, Ibu ku adalah wanita terhebat yang pernah ku kenal. Beliau adalah kebahagiaan yang sering terlupa. Sungguh sahabat, aku rasa kalian juga merasakan hal yang sama dengan besar cinta kalian terhadap sosok wanita tangguh yang sering kita kecewakan atau bahkan lukai hatinya yaitu IBU. Beliau adalah guru, sahabat, dan pelindung terbaik yang Allah ciptakan. Pelajaran berharga saat jauh dari beliau adalah betapa mahal kasih sayangnya dan tak ada satupun hal yang bisa samakan besar serta tulusnya kasih sayang beliau. Untuk kita yang masih berkesempatan melihat senyum ibu kita, semoga kita terus maksimalkan ikhtiar di jalan Allah untuk bahagian mahluk ciptaanNYA yang terdapat syurga di telapak kakinya. :') Aamiin Allahumma Aamiin.
Yaa, kalian yang mungkin lebih dulu jauh dari keluarga untuk menuntut ilmu telah menemukan cara tuk minimalisirkan "homesick". Kebetulan aku sebagai pemula yang sepertinya masih perlu usaha keras untuk maksimal dan fokuskan tujuan untuk bahagiakan keluarga dan meminimalisir perasaan 'ingin pulang'. Sudah dua bulan berjalan aku tinggal jauh dari keluarga dan sahabat-sahabatku, di tempat yang aku sama sekali belum pernah datangi. Disini rasanya sih biasa aja hanya perbedaan budaya dan masyarakatnya saja yang membuat nyata bedanya. Hanya saja dalam islam tak ada ketentuan untuk membedakan secara nyata segala apa yang telah diciptakan Allah dengan segala skenario besarNYA. Bali, ya kota wisata kalian pasti lebih tahu sahabat. Untuk mereka yang mencari ketenangan dan ingin menikmayi indahnya alam semesta ciptaan Allah mungkin akan menghabiskan banyak waktu di sini. Hehe hanya saja aku kesini bukan untuk itu, aku di tempatkan disini untuk menuntut ilmu di jalan Allah dan semoga Allah ridhoi setiap langkahku. Aamiin. Saat nulis ini sih, alhamdulillah baru selesai UTS. Semoga hasil UTSnya baik dan tidak mengecewakan keluargaku.
Yuk aku share gimana awal mulanya bisa sampai sini. Mulai...
1. Kuliah di jurusan akuntasi hampir selesai 2 semester namun aku menyerah
2. Membesarkan dan menguatkan tekad untuk gapai mimpi awal 'Jadi mahasiswi Psikologi'
3. Ikut bimbel di NF sebagai persiapan menuju gerbang masuk impian, bebearpa kali TO dan hasilnya untuk lulus jurusan psikologi di PTN yang aku mau minim
4. Ikut tes SBMPT, SIMAK UI, dan Ujian Mandiri aku tak sama sekali menuliskan Psikologi dalam pilihanku dalam tes tersebut, kecuali pada tes SPMB ku tuliskan psikologi di pilihan nomor satu
5. Harap-harap cemas menunggu hasil dari setiap tes sampai akhirnya tes terakhirku memberi jawaban atas penantianku, alhamdulillah psikologi itu jawaban dari Allah SWT atas penantianku. ^=^
Dari kelima tahap singkatnya itulah yang ternyata Allah gariskan untukku. Kemudian memutuskan untuk kuliah jauh itu sebenarnya tidak mudah sahabat, apalagi ibuku sangat berat melepas gadis perempuannya untuk pergi jauh. Alhamdulillah beliau begitu percaya bahwa penjagaan Allah SWT terhadap mahluk ciptaanNYA adalah sebaik-baiknya penjagaan dan beliau pun merestui langkahku untuk menjadi anak rantau. Sampailah aku di tempat baru. ^_^
Yuhuu, menikmati dan bersyukur memang kadang sering terlupa hanya saja kalau dibiasakan rasanya itu luar biasa. ^_^
Jauh dari segala fasilitas dan kemudahan yang biasa kutemui saat berada dekat dengan keluarga, awalnya terasa aneh hanya saja kalau ingat impian-impian utama malu kalau mau mundur.
Adaptasi lagi, mulai mencari teman baik lagi, mulai memahami keadaan lingkungan yang sebelumnya belum pernah kutemui, dan masya Allah semua itu jadi 'garam' banget buat anak rantau ini.
Doa dari orang-orang jauh (keluarga dan sahabat) selalu jadi spirit dan vitamin disaat rasa lelah dan rindu mulai menyerang diri ini.
Sedikit berbagi pengalaman untuk sahabat yang mungkin belum sampai tahap sepertiku, semoga bermakna positif untuk sahabat semua ya dan Allah benarkan jika ada keliru dalam penyimpulan maknaku.
~buat sahabat yang belum kuliah, sebaiknya mulai dipikirkan baik-baik dan jangan lupa yang utama minta petunjuk serta memasrahkan segala keputasan terbaik kepada Allah SWT. Sebagai mujahid&mujahidah di era modern, kalian harus menyelipkan satu tujuan baik untuk orang banyak, supaya Allah makin ridho sama cita-cita kalian. Hehe. Pokoknya tanamkan semangat jihad di hati kalian untuk mengangkat derajat dan mengembalikan kejayaan agama Allah pada tempat tertinggi di bumi Allah ini.~
~buat sahabat yang sudah kuliah dan mengalami kegalauan dalam perjalanannya, sebagai salah satu orang yang diizinkan Allah untuk mengalami hal ini aku hanya mau bilang, sebagai anak muda emosi meluap bisa dalam berbagai wujud dan kadang kita sering menempatkannya tidak sesuai. Seringkali juga kita menjadikan emosi sebagai bahan bakar pembenaran segala keputusan kita dan kemudian menjadikannya sumber kesalahan ketika mereka mulai mereda. Kuliah itu anugerah dari Allah, karena ternyata banyak sahabat kita yang ingin menjadi seperti kita namun Allah punya rencana yang berbeda untuk mereka. Kalau di tengah jalan kita merasa ada yang tidak sesuai dan merasa mampu untuk memilih jalan lain, sebaiknya di pikirkan dengan keadaan yang tenang kemudian tuliskan sisi positif dan negatif apa yang selama kuliah ini berlangsung dan yang akan terjadi jika mengulang. Bisa kalian bilang aku jahat karena ga mendukung keinginan besar kalian sahabat, hanya saja beberapa opini sahabatku mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan kalian, yaitu: 'sayang umur lo hed.'; 'pikirkan lagi estimasi biaya dan waktu yang terbuang, coba lirik orang tua situ.'; 'ngapain sih kak? Lo mau jadi apa sih?'; 'Gapapa sih kalau kamu mau nyoba dan ngulang dari awal lagi dy, hehe trus kapan kamu mau married? Kan kamu calon ibu.'; 'Semangat dy, kalau memang rezekimu ya Alhamdulillah.'; 'Ya kalau gitu dapat jauh atau deket sama aja yang penting tujuannya lurus.'; 'Yah heidy harus banget ya nyoba lagi? Emang heidy ga mau bareng-bareng kita lagi disini?'; dan masih banyak lagi.
Kalian tahu sahabat yang tengah menggalau, terkadang mimpi itu tidak harus selalu menjadi jalan raya utama dalam hidup kita. Aku punya beberapa contoh nyata
1. Salah satu abang jauh ku yang punya impian jadi bagian dari yellow jacket dan alhamdulillah terwujud diterima di fakultas A, seiring berjalannya waktu tiba2 beliau merasa bahwa ini bukan passionnya.Yap sama seperti ku beliau ingin mengulang lagi dari awal dan memilih jurusan yang sesuai passionnya, hanya saja karena orangtuanya tak lagi muda beliau pun mengurungkan niatnya. Ga mentok sampai situ, beliau arahkan keinginannya dengan mengikuti workshop atau seminar2 yang dapat menambah pengetahuan dan pemahaman tentang mimpi terpendamnya. Alhamdulillah beliau menjadi wisuda dengan nilai kumlaut, saat ini tengah bekerja di tempat yang 'bukan passionnya'. Pernah aku bertanya pada beliau bagaimana bisa, beliau mengatakan "cukup dinikmati aja perjalanannya, kalau ada mimpi besar pasti ada jalan.".
2. Salah seorang sahabat baikku, mahasiswi manajemen di salah satu institut swasta di jakarta. Seorang gadis muda yang bermimpi untuk menjadi ahli di bidanh broadcasting, dan 'nyasar' di ekonomi. Kalian percaya ga, meski beliau kuliah di jurusan yang ga pernah nyentuh broadcast sama sekali beliau tetep bisa eksplor mimpinya. Saat ini beliau telah banyak membuat short movie, stop motion, dan banyak foto-foto yang keren. Beliau belajar otodidak untuk memahami mimpi besarnya tanpa melepaskan yang menjadi kewajibannya sebagai anak yang dikuliahkan.
Dari dua kisah di atas, semoga sahabat yang galau bisa menemukan arah mata angin impian sahabat lebih baik lagi.~
Hehe penutupan deh, sahabat pasti mulai ngantuk baca tulisan ngalor ngidul ini. Pada intinya aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kebahagian dunia dan akhirat sahabat semua. Semoga Allah selalu jadi tujuan dalam setiap langkah sahabat. Aamiin Allahumma aamiin.
Jazakumullah khoiron katsiron ya sahabat atas waktunya untuk membaca tulisan ini
Wassalamu'alaykum wr.wb ^_^