Assalamu'alaykum Warrohmatullahi wabaroatuh..
Hola sahabat, long time no see. ^_^
Aku merindukan berbagi kisah dengan kalian, buku diariku terlalu penuh dengan kisah si hati yang belum juga lmau usai. ^_^ Semoga kali ini kisahku bisa bermanfaat untuk aku dan kalian yang diijinkan untuk membacanya. Aamiin.
• • •
Tahun ini InSyaa Allah aku disampaikan pada perhitungan usia dunia ke-21. Aamiin
Sebelum hal tersebut terjadi, aku ingin berbagi sedikit kebahagiaanku. Mungkin sebelumnya aku pernah mengisahkan tentang sahabat-sahabat jannahku. Kali ini aku kembali ingin berkisah tentang "cinta untuk bahagia".
• • •
Perjalananku mencari "bahagia" ternyata kurang sebaik rencanaku, tetapi sangat baik untukku. Aamiin. Sebelumnya aku pernah bercerita tentang aku dan pulau dewata setahun lalu. Hari ini tepat setahun aku belum mengunjunginya lagi. Aku belum cukup siap untuk berada jauh dari orangtua dan keluargaku, khususnya Ibuku. Kalian cukup tahu itu alasan utamaku untuk mengambil sebuah keputusan yang kebanyakan kawanku bilang "buang-buang waktu aja". Sudah ada disini dan alhamdulillah hadiah terindah di usia ke-20 ku adalah inSyaa Allah dapat berkumpul lengkap dengan Ibu dan Adikku. Mereka adalah satu-satunya tempat pulang yang paling bisa memahami dan menerimaku, ketika yang lain hanya menilai, mencibir, dan melihatku aneh tapi mereka selalu ada untuk mendukung dan mendoakan segala hal baik yang sampai hari ini selalu bisa kuterima serta kunikmati. Sedikit intermezo tentang aku hari ini.
• • •
Foto terlampir adalah anugerah terindah yang pasti adalah bagian dari sejuta doa untukku dari keluargaku. Mereka tidak kuminta untuk ada dan menetap di sisiku tapi Tuhan dengan kasihNYA mengantarkan mereka untuk menjadi bagian dari kisah baruku. Mereka memang belum pernah muncul barang sedetik dalam mimpi-mimpi di tidur malamku, mungkin karena aku memang jarang mendapatkan bunga tidur. Aku hanya bisa bersyukur pada Tuhan Yang Maha Pengasih karena DIA selalu memberi yang kubutuhkan. Aku mungkin belum baik untuk jadi teman bahkan sahabat dan atau kakak untuk mereka, tapi aku hanya sedang terus belajar untuk mencintai dan dicintai secara bersamaan. Aku terlalu sering mencintai dan diabaikan, bukan karena mereka tidak memahamiku tapi aku belum bisa menerima cinta dalam banyak bentuk. Dulu, aku punya bayangan tersendiri tentang cinta dalam sebuah persahabatan karena hal itu aku gagal mengartikan dan memahami cinta dalam wujud nyata yang berbeda. Sesuatu yang sempurna dan selalu ingin berbalas, itu "cinta" dalam bayanganku dulu. Hari ini aku belajar dari mereka, bahwa butuh bicara, keterbukaan, kejujuran, kebijaksanaan, ketulusan, dan keikhlasan dalam menjalin "cinta untuk bahagia". Salah satu dan atau sebagian besar dari kami adalah pribadi dengan watak keras kepala, kemudian sebagian lagi begitu lembut dan sensitif, sehingga ketika dihadapkan pada satu kejadian kami dengan masing-masing watak akan menjadi diri kami sebenarnya. Aku menemukannya, "cinta untuk bahagia" yang mereka yakini dapat menyatukan semua perbedaan yang ada. Kami akan menghadapinya dengan sedikit selisih pendapat, rasa kesal, mengalah, menerima, dan tertawa bersama lagi. Selalu jadi hal yang kurindukan karena Tuhan selalu ada di antara kami, saling mengingatkan dan memotivasi satu sama lain, dan Tuhan selalu jadi alasan kami dalam memutuskan segala sesuatu. Semoga Tuhan selalu melimpahkan kasihnya untuk kita. Aamiin
Aku titipkan cinta dan rinduku padaNYA untuk keluargaku, kalian, dan kamu.
07 Juli 2016, di bawah lampu belajat dibuka dengan tilawatil Qur'an Mama dan ditemani lagu 7 years.
In Syaa Allah Mahasiswi yang sedang belajar dan berusaha menjadi umat-Nya yang semakin baik setiap harinya.
Kamis, 07 Juli 2016
Cinta Untuk Bahagia
Langganan:
Postingan (Atom)