Assalamu'alaykum..
Halo sahabat fillah, lama aku tak bersua disini.
Saat ini aku kembali berada dalam dilema, sedikit berlebihan karena ini bukan untuk yang pertama kali. Sahabat, memiliki mimpi adalah salah satu tanda kita masih memiliki harapan hidup dan untuk menjadi lebih baik lagi dikemudian hari. Sebaik-baiknya mimpi adalah yang ditujukan untukNYA, dijalani dalam usaha sesuai aturanNYA, dan dipenuhi dengan pengharapan DIA melimpahkan ridhonya. Hehe, wawllahu'alam bishowab. Dilema dan mimpi lagi berhubungan nih sama hari-hariku baru sebentar hidup di dunia tapi rasanya seperti sudah lama dan belum melakukan hal apapun untuk keduanya. Dilema pasti menghantarkan kehadapan dua pilihan yang memang harus ada yang dipilih. Mimpi ada untuk diwujudkan dan pasti menemui banyak jalan yang bisa dipilih. Hehe pilih dipilih dipilih, aku seperti tengah menjajakan dagangan berupa pilihan pada diri sendiri. Singkat prolognya sih gitu, dilema dalam mimpi.
Kita kenalan lagi yuk, ini aku yang sekarang gadis yang hobi sekali berpikir saking hobinya suka tidak menemukan tindakan terbaik. Astagfirullah, tidak bermaksud untuk lagi-lagi menghakimi diri sendiri. sejak setahun ini aku lebih senang untuk memandang sejauh-jauhnya mata sanggup memandang, melakukan segala sesuatunya sendiri, mendengarkan lebih banyak cerita dari lingkungan baru, dan menghabiskan akhir pekan dengan mengurus adik-adik sepupuku. Aku merasa jauh lebih tenang dan seakan-akan berpikir lebih baik ketika aku berada ditengan-tengah tiga adik sepupuku. Atas izin Allah ta'ala dengan di tempatkan di antara mereka aku seperti disadarakan sudah sejauh mana aku berpikir dan sudah sekuat apa aku berusaha selama ini. Aku seperti dibangunkan dari tidur panjangku selama ini, diterangkan dari gelapku selama ini, dan didorong untuk tidak lagi menetap dalam bayang-bayang masalalu. Selama ini banyak hal yang ku lewati dan terlalu ku nikmati. Dilema selalu menjadi alasanku dalam membenarkan tingkah polaku yang kadang tidak mencerminkan apa yang ada dalam pikiranku. Dilema selalu jadi teman terbaikku dalam melangkahkan kaki menggapai mimpi yang sudah ku rangkai. Astagfirullah, karena ulahku sendiri aku menjadi seperti aku saat ini.
Sahabat, meski aku menjadi seperti aku saat ini aku juga tidak sepenuhnya merubah diriku yang banyak dikenal selama ini. Aku tetaplah aku yang periang, berisik, keras kepala, dan lain-lain. Aku menulis bukan karena ingin kalian tahu seperti apa aku, hanya saja aku merasa ini hal terbaik yang dapat ku lakukan. Dengan hal ini aku bisa selalu mengingatkan diriku, me-refresh pikiranku, dan mengeluarkan sedikit isi hatiku. Dilema dan mimpi, kembali lagi kebahasan yang sedang ingin ku angkat. Aku ingin mengatakan hal ini :
"Dear Dilema, maafkan aku yang terlalu lama memelukmu erat bahkan memaksakanmu untuk selalu hadir mengisi hariku. Maafkan aku yang seringkali menyalahkanmu setiap kali aku tidak puas dengan hasil akhir perjalanan per-episodeku. Aku hanya ingin berdamai denganmu, aku ingin kita tetap bersama dan lebih baik kedepannya. Aku percaya dirimu ada bukan untuk membuatku menjadi tidak baik. Setiap kali aku sampai pada persimpangan jalan dirimu hadir bukan untuk mengantarkanku ke jalan yang gelap, namun dirimu hadir untuk menguji seberaba kuat aku dalam keyakinanku. Selama ini bukan hasilnya yang tidak baik kemudian itu karenamu, melainkan semua hasilnya adalah yang terbaik dan dirimu yang dikirim Allah ta'ala untuk menyadarkanku bahwa itu adalah yang terbaik untukku. Semoga dirimu berkenan memafkan ku dan tetap menjadi sahabat terbaikku."
"Dear Mimpi, apa kabar dirimu duhai sahabat yang seringkali ku pandang dengan sinis? Mimpi, maafkan aku yang seringkali membuatmu terlihat kecil dan jauh. Maafkan aku yang seringkali mengisi harimu dengan pandangan negatif dan usahaku untuk mendekatimu yang semakin melemah setiap harinya. Mimpi terimakasih atas kesabaranmu menantiku, atas keikhlasanmu menjadi bagian dari diri yang jauh dari sempurna selam ini. Mimpi, maukah dirimu untuk tetap menanti disana? Masih bolehkah aku mencoba menatapmu lebih positif dan menguatkan langkahku untuk mendekatimu? Semoga dirimu masih berkenan menjadi mimpi yang terwujudkan oleh orang sepertiku dan semoga dirimu akan terus menjadi penyemangat hari-hariku."
Alhamdulillah, akhirnya bisa bicara dengan Dilema dan Mimpi. Sahabat, aku percaya kalian pasti punya mimpi yang luar biasa hebat. Aku hanya ingin berpesan untuk diriku sendiri dan kalian yang mungkin membaca ini, ketika berhasil membentuk mimpi dan menyusun langkah menggapainya pastikan kedua hal tersebut kalian rajut dan kaitkan dengan erat. Kalau sudah terkait erat jangan lupa selalu lumuri dengan pelumas yang tidak ada duanya yaitu do'a dan ketentuanNYA, inSyaa Allah dengan begitu kita bisa berjalan dengan tenang dan dimudahkan untuk menerima segala bentuk hasil dari pengaitan gapai mimpi. Kita masing-masing pasti punya cara dan sudut pandang sendiri tentang hal ini, semoga setiap kita selalu menjadikan Allah ta'ala pengisi bagian terbanyak dari keduanya.
Penutupan, aku bukan pribadi yang pandai apalagi baik. Aku masih banyak sekali kurang dan bolongnya. Hanya saja aku selalu yakin dan percara jikalau Allah ta'ala Maha Pengampun dan Maha Pemurah, semoga DIA berkenan memaafkan setiap salahku, meridhoi setiap langkah dan mimpi ku, menguatkan setiap usahaku, berkenan untuk mewafatkanku dalam iman islam, mernyelamatkanku dari siksa kubur, serta bertemu denganku kelak di tempat yang paling indah (syrugaNYA). Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar