Kamis, 16 April 2015

Be My Self, and Do The Best

Assalamu'alaykum warrrohmatullah..
hai kawan-kawan yang selalu dalam lindungan Allah ta'ala. ^.^
Satu semester telah berlalu dan aku tak lagi dapat menghitung berapa  banyak nikmat  yang Allah ta'ala berikan untukku. Kawan aku ingin bercerita bagaimana rasanya menjadi pribadi yang selalu melihat  segala sesuatu dari hal terburuk yang mungkin terjadi. Aku adalah pribadi pesimis untuk sesuatu yang ku sebut "masa depan". Aku rasa hal ini sangat tidak menyenangkan, meski aku baru benar-benar mengetahui tidak ada keuntungannya sama sekali berpikiran negatif. Kawan,aku tahu memang sebaiknya kita dalam melakukan segala  sesuatu itu penuh kehati-hatian hanya saja jangan jadikan hal tersebut menjadi sesuatu yang buruk. Aku belajar dari apa yang tengah ku alami saat ini. Aku menyayangi salah satu sahabat terbaikku sangat berlebihan,  sehingga aku tidak lagi bisa memilahkan mana yang benar-benar wujud kasih sayang dengan sesuatu yang menunjukan sisi egoisku. Aku rasa aku gagal mengelola dorongan dalam diriku, aku terlalu menjadi diriku dari sisi negatif yang ku punya. aku bersyukur karena sahabat yang menghadapi sisi terburukku ini tidak pergi menjauh, namun dia  dengan cara terbaiknya selalu mencoba untuk mengingatkan dan mengembalikan diriku dari sisi yang berlawanan. Kawan, aku sadar betul seharusnya aku tidak menjadi seperti ini. Aku percaya bahwa setiap individu mampu mengelola dorongan dalam dirinya. Maka dari itu kutuliskan ini dengan doa agar kalian bisa menyadari siapa diri kalian sebenarnya dan bagaimana seharusnya kalian mengelola segala sisi baik buruk yang kalian miliki. Tetap menjadi diri sendiri itu sangat penting, namun terkadang manusia sebagai tempatnya berbuat salah tidak benar-benar mencermati seperti apa  harusnya kita. Aku punya sedikit informasi mengenai bagaimana kelola  diri, in Syaa Allah ini adalah cara  yang tengah ku coba terapkan pada diri, yaitu:
1. Kenali siapa Tuhan kita, dari situ kita akan menemukan keyakinan yang tidak dapat ditemukan dalam wujud lain.
2. Cari tahu hakikat penciptaan kita, coba berfilsafat untuk diri sendiri buat deskripsi tentang siapa kita dan mengapa kita ada dengan begitu kita akan lebih menyadari banyak hal yang akan menuntun kita dalam berkehidupan.
3. Jadikan rasa haus dan lapar untuk ilmu, karena kebutuhan dasar kita salah satunya adalah makan dan minum yang terpenuhi maka coba jadikan ilmu sebagai dasar yang membedakan kita dengan mahluk ciptaanNYA yang lain tidak pernah terputus atau bahkan kosong semasa hidup.
4. Lakukan sekarang atau tidak sama sekali, hehe itu motto hidupku sih kawan. Namun aku punya maksud dari kalimat itu, kebanyakan dari kita adalah pemikir baik atau buruk dan fitrah kita sebagai manusia juga memiliki dua sisi  yaitu baik atau buruk. Oleh karena itu sebagai perwujudan dari apa yang  seharusnya kita lakukan, aku menghapuskan kata "nanti" dalam banyak hal teruntuk segala niat dan keputusan baik. Karena dengan begitu aku tidak memiliki kesempatan untuk mendalami sisi negatif yang sebenarnya hanya menjadi persepsiku.

Kawan, itu adalah tips kecil yang ku tuliskan bukan untuk menggurui kalian karena aku hanya sedang mengingatkan diriku sendiri. Maka dari itu jikalau kalian tidak sependapat atau bahkan memiliki cara mengatasi kontrol diri yang jauh lebih baik, aku sangat bersyukur. Aku rasa untuk ceritaku malam ini cukup, semoga Allah ta'ala berkenan mengampuni kesalahanku dan menuntunku untuk selalu berada dalam jalanNYA. Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar